Nagari Panyubarangan

Profil Nagari

A. Sejarah Nagari

Nagari Panyubarangan adalah Nagari hasil pemekaran dari Nagari Timpeh yang sekarang menjadi 1 (satu) Kecamatan Timpeh. Nama Nagari Panyubarangan diambil dari nama Kampung Tua yang ada diwilayah Kenagarian Timpeh lama. Sementara wilayah di Nagari Panyubarangan adalah penggabungan dari Trimulya yang merupakan masyarakat Transmigrasi dan sebagian Jorong Tabek Panyubarangan, yang meliputi daerah Kampung Panyubarangan dan Transmigrasi Swadaya Mandiri yang terletak antara Jorong Trimulya dengan Kampung Panyubarangan.

1 Awal Kampung Panyubarangan (Jorong Panyubarangan)

Masyarakat Jorong Panyubarangan pada umumnya berasal dari sebuah kampung yang bernama Kampung Jao. Kampung Jao sendiri terletak di perbatasan antara Kabupaten Dharmasraya,  Propinsi Sumatra Barat dengan Kabupaten Kuansing, Propinsi Riau. Yang mana pada waktu dahulu, Kampung Jao adalah sebuah kampung yang terisolir, karena tidak adanya akses jalan keluar masuk dan sangat jauh dari pusat pemerintahan, dan pada saat itu masih menjadi satu dengan Kabupaten Sawahlunto Sijujung. Pada saat itu masyarakat Kampung Jao meminta kepada pemerintah untuk membuatkan akses jalan keluar masuk ke kampung mereka, akan tetapi pemerintah tidak sanggup, dikarenakan sangat jauh dan memerlukan biaya yang sangat banyak dan tidak sesuai dengan jumlah penduduk yang ada di kampung tersebut. Akhirnya pemerintah memberikan rekomendasi kepada seluruh masyarakat Kampung Jao tersebut untuk pindah ke suatu tempat dimana pemerintah biasa memberikan akses jalan keluar masuk ke wilayah tempat tinggal mereka yang baru, dimana tempat tersebut terletak diantara, Kampung Tabek, dan Kampung Sitiung.

Kampung Jao didirikan oleh empat datuk yaitu Dt. Mantongong, Dt, Paduko Bosau, Dt. Paduko sajo, dan Dt, Jumuliyo Kayo. Dan sekarang Kampung Jao telah dihuni atau di tempati oleh Penduduk berjumlah sebanyak 188 Jiwa  dan 63 Kepala Keluarga ( KK ) dari berbagai wilayah :

  1. Dari Warga Kuansig ( Riau ).
  2. Dari Warga Medan ( Sumatera Utara ).
  3. Dari Warga Sumbar ( Dharmasraya )
  4. Dari Warga Jambi.

Dari seluruh penduduk yang berdomisili di Kampung Jao belum memiliki identitas penduduk Nagari Panyubarangan, Kecamatan Timpeh ( Masih memiliki Identitas Daerah Asal ).

2 Awal Transmigrasi Desa Trimulya.

Trimulya berdiri sejak tahun 1982 dimana pada saat itu penduduk dari beberapa Provinsi disatukan oleh pemerintah melalui Transmigrasi yang diadakan di Trimulya, diantaranya dari Provinsi Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur/Madura, dan penduduk lokal  Sumatera Barat dijadikan satu dan membaur dan mendirikan sebuah desa yang bernama Desa Trimulya. Yang mana pada saat itu masih dikelola oleh KUPT. Dan semasa Desa Trimulya dijabat oleh beberapa Kepala desa sebagai berikut :

  1. Kepala Desa Pertama Bapak Tatang Suhendar.

Pada tahun 1984 barulah terpilih Pemimpin Kepala Desa yang pertama yaitu Bapak Tatang Suhendar. Bapak Tatang Suhendar memimpin Desa Trimulya dimulai pada tahun 1984 – 1989. Pada tahun 1984 didirikan suatu Lembaga Perekonomian yaitu Kopersi Unit Desa dengan Nama KUD LESTARI MULYA sebagai Ketua Bapak Heri Bustaman dan Maneger Bapak Abdul Muis.

Bapak Pariman WS adalah Kepala Desa yang Masa Jabatannya terlama hingga 2 Periode, dan pada tahun 1992 semasa beliau juga Pengelolaan Lahan Usaha Pertanian Milik Masyarakat Jorong Trimulya dijadikan Perkebunan Kelapa Sawit, yang memakai system pola Bapak Angkat yang di kelola oleh PT BINA PRATAMA SAKATO JAYA               ( INCASI RAYA GROUP ) yang berpusat di Kiliran Jao dengan wadah KUD Lestari Mulya yang dipimpin oleh Bapak Romli..

Lahan yang diolah oleh PT Bina Pratama Sakato Jaya tersebut adalah Lahan Usaha I        ( 500 Ha ) dan Lahan Usaha II ( 375 Ha ) milik masyarakat Jorong Trimulya yang berjumlah ± 875 Ha dan ditambah dengan Lahan yang diperuntukan oleh Pemerintah sebagai Persiapan untuk Lahan Usaha bagi Pecahan KK Masyarakat Jorong Trimulya yang dalam Pemetaan Desa Trimulya disebut dengan nama Tanah Restan ( R ) dengan luas ± 125 Ha. dan setelah menjadi Kebun ( menghasilkan ) maka sekitar tahun 1999 Ninik Mamak di Tabek (DATUK PADUKO SANSO DAN DATUK RAJO MAHMUD) saling berebutan menyerobot dan ingin menguasai Lahan Kebun tanah Restan tersebut, persengketaan pun terjadi antara Ninik Mamak Datuk Rajo Mahmud versus Datuk Paduko Sanso dan KUD Lestari Mulya ( sebagai Pengelolo ) yang perkaranya sampai ke Tingkat Pengadilan Mahkamah Agung (MA) dengan Putusan NO. namun sampai saat ini Lahan Perkebunan di Tanah Restan (R) tersebut sudah sebahagian besar sudah dijual belikan oleh para Ninik Mamak,  KUD Lestari Mulya adalah Pengelola dan sebagai Penanggung Jawab Baik Pengelolaan Perkebunan maupun Kredit KKPA terhadap PT BANK MANDIRI sebagai pemberi dana pengelolaan.

Bapak Puryadi adalah Memimpin setelah itu daerah Sumatra Barat pemerintahannya berganti dari Kepala Desa / Kelurahan berganti menjadi Kenagarian. Sedangan Trimulya diganti nama Pemerintahan dan kinerjanya menjadi Kepala Jorong. Jorong Trimulya sendiri terbentuk dengan adanya program pemerintah pusat tentang transmigrasi. Masyarakat Trimulya merupakan gabungan antara Transmigran lokal dan Transmigran yang berasal dari Pulau Jawa. Merekalah yang membuka wilayah hutan yang kemudian dikenal dangan nama sebutan Trimulya.

    3 Transmigrasi Swakarsa Mandiri (TSM) / Suka Jadi

    Pada tahun 1997 usulan/permohonan dari Kepala Desa Tabek Panyubarangan kepada pemerintah Kabupaten Sawahlunto Sijunjung untuk memacu pertambahan penduduk maka dijadikanlah TSM (Trans Swakarsa Mandiri). Namanya Dusun TSM Harapan Baru.

    Pada tahun 2003 dengan musyawarah dusun dan tokoh masyarakat maka diubah namanya menjadi Dusun Sukajadi, Desa Tabek Panyubarangan, Kecamatan Sitiung Kabupaten Sawahlunto Sijunjung. Tahun 2004 menjadi Jorong Tabek Panyubarangan Kenagarian Timpeh Kecamatan Sitiung Kabupaten Dharmasraya. Pada tahun 2010 Dusun Sukajadi menjadi Jorong Sukajadi Kenagarian Panyubarangan Kecamatan Timpeh Kabupaten Dharmasraya.

    Sejarah Kepemimpinan :

    1. Tahun 1997 s.d 2001 Kepala Dusun : Bapak Said
    2. Tahun 2002 s.d 2009 Kepala Dusun : Bapak Badurrahim
    3. Tahun 2010 Kepala Jorong : Bapak Sidi Hartoyo

    Tahun 2011 sampai sekarang Kepala Jorong : Bapak Harjono.

    B. Sejarah Kepemimpinan Nagari

    Nagari Panyubarangan mempunyai kisah dan pergantian pemerintahan atau pemimpinnya. diantaranya:

    NoPeriodeNama Kepala Jorong/ Kepala Desa/ Wali NagariKeterangan
    1Sebelum 1984  KUPTDalam Binaan Trans
    21984-1989TATANG SUHENDRAKepala Desa I Wilayah                   Trimulya
    31989-2000PARIMAN W.SKepala Desa Trimulya  
    42000-2009PURYADIKepala  Jorong Dalam Wil.Timpeh
    52009-2010DEDEN ELIS SUMANTRIPJ. Wali Nagari Panyubarangan  
    62011-2016BAKHRIWali Nagari Panyubarangan
    72017 – 2022SUWANTOWali nagari Panyubarangan
    82023-sekarangBAKHRIWali nagari Panyubarangan

    C Kondisi Geografis

    NoUraianKeterangan
    1Luas Wilayah: + 11.000 Ha   
    2Jumlah Jorong: 8 ( Delapan ) Jorong Trimulya IJorong Trimulya SariJorong Trimulya IIJorong Mulya  JayaJorong Trimulya IIIJorong Mulya BaruJorong SukajadiJorong Panyubarangan 
    3Batas Wilayah: Utara                  : Provinsi RiauSelatan               : Kec. SitiungBarat                  : Nagari TabekTimur                 : Nagari Ranah Palabi 
    4Topografi Luas kemiringan ( Rata-rata )Ketingian dari Permukaan Laut : 110 Meter 
    5Hidrologi:       Irigasi sederhana dan tadah hujan 
    6Klimatologi: Suhu 260C-320 CCurahan Hujan 3559 rata-rata hari hujan 8 hari/ bulanKelembaban UdaraKecepatan Angin 
    7Luas lahan Pertanian: Sawah teririgasi         : 37,5 HaSawah Tadah Hujan  : 15 HaPerkebunan               : 10.000 Ha 
    8Luas Lahan Pemukiman        : ± 1000 Ha 
    9Kawasan Rawan Bencana     : Banjir ± 250 Ha 

    D Perekonomian Nagari

     Sumber Penerimaan Nagari
    1Pajak 
    2Pendapatan Tanah Kas 
    3DPD/K 
    4ADD 

    Dari Tabel tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa:

    1. Penerimaan Pajak, mulai tahun 2023 s.d 2025 mengalami peningkatan. Adapun peningkatan penerima pajak selama tahun 2023 s.d 2025 adalah sebagai berikut:
    2. Bangunan Baru / Rumah Bertambah
    3. Tanah Kas Desa (TKD) statusnya tidak jelas/ jadi sengketa oleh Ninik Mamak
    4. DPD/K adalah Dana Pembangunan Desa yang bersumber dari pemerintah, besaran dana tiap tahun        bisa berubah sesuai dengan kebijakan Pemerintahan Kabupaten.

    ADD atau alokasi Dana Desa adalah dana APBD Kabupaten. Besaran dana  tiap tahun bisa berubah sesuai dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten

    E Sosial Budaya Nagari

    NoUraianJumlahKeterangan
    1Kependudukan Jumlah Penduduk (jiwa)Jumlah KK/ RTJumlah Laki-laki0-5 Tahun6-15 Tahun 16-55 TahunDiatas 55 TahunJumlah Perempuan 0-5 Tahun6-15 Tahun 16-55 tahunDiatas 55 Tahun  3.390 1.064 1.764 212 324 855 373 1.626 218 484 678 246   
    2Kesejahteraan Sosial Jumlah KK PrasejahteraJumlah KK SejahteraJumlah KK KayaJumlah KK SedangJumlah KK Miskin    162 159 153 340 250   
    3Tingkat Pendidikan Tidak tamat SDSDSLTPSLTADiploma/Sarjana                                  291 401                                                                                                                       622 1021 131           
    4Mata Pencarian Buruh TaniPetaniPeternakPedagangTukang KayuTukang BatuPenjahitPNSPensiunTNI/ PolriPerangkat DesaPengrajinIndustri KecilBuruh IndustriPegawai swastaLainnya  341 191 350 82 16 10 16 42 3 3 26 – 7 31 55 – 
    5Agama IslamProtestanKatolikHinduBudha    3.381 9 – – 

    Dari tabel tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa:

    1. Penduduk

    Jumlah usia produktif dibanding dengan usia anak-anak dan lansia hampir sama banyak. Perbandingan usia anak-anak, produktif dan lansia adalah sebagai berikut: 32 %: 61%: %. dari 3.390 jiwa penduduk yang ada pada katagori usia produktif laki-laki dan perempuan jumlah hampir sama/seimbang.

    Jumlah RT / KK Sejahtera mendominasi yaitu 39,15% dari total 1.161 KK, KK Prasejahtera 15 %, KK sejahtera 13%, KK Miskin 23 %dan KK Kaya 88 %. Dengan banyak KK sejahtera inilah Nagari Panyubarangan termasuk maju, namun KK Prasejahtera masih cukup banyak di 2 (dua) Jorong.

    Kesadaran tentang pentingnya pendidikan terutama pendidikan 9 tahun sudah lumayan sehingga jumlah lulusan SLTA cukup mendominasi. Jumlah yang tidak tamat 112 memang berada di urutan pertama, namun angka itu adalah usia lanjut dan anak-anak yang belum dan masih duduk dibangku sekolah.

    Mayoritas mata pencarian penduduk adalah petani, buruh tani dan peternak. Hal ini disebabkan Nagari Panyubarangan merupakan wilayah Transmigrasi yang ditanami sawit.

    F Prasarana dan Sarana Nagari.

    NoJenis Sarana Dan Prasarana NagariJumlahKeterangan
    1Kantor Nagari dan Aula Nagari1Perlu tambahan/perbaikan kantor wali (gudang) dan Aula (Teras Aula Knyor Wali)
    2SLTA1Perlu Tambahan Ruangan
    3SLTP
    4SD2
    5TK2
    6PAUD3
    7Masjid5Perlu Renovasi
    8Musholla14Perlu Renovasi
    9Pasar Nagari1Perlu Renovasi
    10Poskesri5
    11Poskamling11
    12Jembatan6Perlu Renovasi
    13Gedung TPQ2Perlu Renovasi
    14Gedung Pertemuan UmumPerlu tambahan teras
    15Gedung MIBelum Ada
    16MCK
    17Jalan Nagari/ Jorong8Perlu Renovasi
    18Lapangan Voli dan Bola Kaki3Perlu Renovasi

    Dari tabel diatas dapat disimpulkan bahwa: Kantor Nagari perlu gudang untuk tempat penyimpanan aset-aset Nagari  .

    Exit mobile version